| |
|
|
Selembar
kertas berbentuk bujur sangkar dapat dilipat menjadi aneka
ragam obyek yang menarik. Kadang-kadang kegiatan ini dapat dengan
sangat mudah dilakukan, namun
seringkali bisa sangat sulit juga.
Banyak sekali model-model origami yang ada, baik model-model
tradisional maupun model-model
baru yang merupakan model modern.
Setelah mencoba berbagai macam model yang ada, tidak jarang timbul
keinginan untuk menciptakan
suatu model sendiri. Pastinya ada rasa
bangga
dan puas bila kita dapat merancang model sendiri dan
menghasilkan sebuah karya
orisinal. Banyak yang beranggapan bahwa
menciptakan suatu model adalah hal yang sulit, namun ternyata hal
tersebut bisa dengan mudah
dilakukan asalkan ada keinginan untuk
mencoba.
Tentunya ada beberapa trik-trik yang akan menolong dalam
perancangan model tersebut.
Trik-trik dibawah ini hanyalah beberapa
trik saja
yang saya dapat dari pengalaman pribadi saya. Bila ada
teman-teman yang juga mempunyai
tips & trik lainnya, saya akan
senang bila hal tersebut dapat dibagikan & ditambahkan dalam tips
dan trik yang ada.
Berikut tips & trik dari saya:
1. Mulailah
dengan selembar kertas lipat bekas
Ambilah sebuah kertas lipat
bekas. Yang dimaksud kertas lipat bekas
disini adalah kertas lipat yang
sudah terdapat beberapa bekas
lipatan.
Mungkin kertas tersebut pernah
kita pakai untuk membuat
suatu
model
tertentu, namun ternyata kita
melakukan kesalahan
lipatan,
dengan
begitu kertas tersebut menjadi
lecek & rasanya ingin
kita
buang saja.
Nah, jangan buang kertas
tersebut, tetapi bukalah
kembali
dan
mulailah melipat. Bekas-bekas
lipatan yang ada akan
sangat membantu sekali. Kadang
kala sebuah kesalahan dapat menciptakan suatu penemuan baru. Kertas lipat
bekas dapat dipakai untuk menghasilkan suatu karya baru orisinal.
2. Pakailah
pengalaman internal
Pengalaman internal sangat
berpengaruh sekali bagi perancang model.
Perancang yang menyukai pesawat
terbang, tentunya akan lebih mudah
baginya menciptakan model pesawat
terbang. Perancang yang menyukai
boneka, tentunya akan lebih mudah
baginya menciptakan model boneka
daripada model pesawat. Demikian juga
dengan saya, bagi saya lebih
mudah merancang model boneka daripada
model pesawat. Karena
menyukai boneka, saya lebih tertarik
dengan obyek boneka daripada
obyek pesawat. Karena adanya rasa
tertarik tersebut, saya mempunyai
pengetahuan yang lebih baik seputar
boneka daripada pengetahuan
seputar pesawat. Pengetahuan tersebut
tentunya akan menjadi referensi
yang berguna dalam perancangan model.
3. Hindari
pemakaian gunting
Untuk perancang pemula, hindari
pemakaian gunting. Kenapa? Karena
bisa jadi karena terlalu asyik
menggunakan gunting, kita akan
menghasilkan karya "kirigami" (kreasi menggunting kertas) dan bukan
karya origami murni. Untuk
perancang pemula, sebaiknya cobalah
menghasilkan karya origami murni (hanya melipat kertas, tanpa
menggunakan gunting ataupun
lem). Bila telah cukup lancar merancang,
barulah menggunakan gunting
untuk menghasilkan karya-karya yang
lebih kompleks.
4. Berpikirlah
sederhana
Cobalah berpikir sederhana.
Sebagai pemula, tidak perlu memikirkan
model-model yang terlalu rumit &
kompleks. Model-model sederhana
juga bisa terlihat menarik dan cantik, hanya tinggal bagaimana kita
mengkreasikannya saja. Bila
ingin menciptakan model sederhana,
pakailah kertas lipat dengan ukuran kecil. Kertas lipat ukuran kecil
akan
membatasi kita melakukan
lipatan-lipatan detail (yang
seringkali ada pada
desain rumit). Sebuah disain
sederhana akan
lebih
cepat dihasilkan
daripada sebuah desain rumit.
Bagi perancang
pemula,
tentunya hal ini
adalah hal yang menyenangkan &
menambah
semangat
karena dalam
waktu cepat telah dapat
menghasilkan sebuah
karya baru.
5. Jangan lupa
untuk memutar & membalik kertas
Bila telah berhasil merancang
suatu model tertentu, cobalah memutar
model tersebut. Cobalah putar
90derajat, 180derajat, dst. Kadangkala
suatu
model bisa berubah menjadi model lain bila kertas tersebut diputar.
Sebagai contoh, kepala binatang
bisa berubah menjadi bunga
bila kita
memutarnya 180%. Cobalah juga
untuk membalik kertas, siapa tahu
model tersebut juga bisa berubah
menjadi model lainnya. "Sekali
mendayung, dua – tiga pulau
terlampaui". Hanya dengan sekali
merancang, kita dapat menghasilkan dua – tiga model sekaligus.
6. Manfaatkan
warna putih pada kertas lipat
Bila kita menggunakan kertas
lipat standar (satu sisinya putih & sisi
lainnya berwarna), maka kita
dapat memanfaatkan sisi warna
putih
tersebut. Sebagai contoh, dalam
membuat kepala boneka, saya
akan
memakai sisi putih untuk kepala
& sisi berwarna untuk rambut.
Dalam
menciptakan obyek ornamen, sisi
putih tersebut juga sangat
berguna sekali (sayang sekali
disini saya tidak dapat menampilkan contoh gambarnya).
7.
Berimajinasilah dengan warna
Warna ternyata berperan cukup
penting juga. Setelah berulang kali
mencoba
melipat, akhirnya kita menghasilkan sebuah model baru.
Sayangnya
model tersebut sama sekali tidak mirip apa-apa. Jangan
berhenti dahulu! Cobalah
memikirkan model ciptaan kita tersebut
dalam warna lain. Mungkin model
tersebut dapat terlihat seperti daun bila kita melipatnya dengan menggunakan
warna hijau. Dan cobalah terus untuk membayangkan model tersebut bila dibuat
dengan warna-warna lainnya.
8. Berbanggalah
dengan sebuah karya abstrak
Masih berhubungan dengan No. 7.
Ternyata, walaupun telah dicoba
dengan warna lain, model yang
dibuat masih tidak menyerupai obyek
apapun juga. Jangan bersedih! Itu tandanya kita telah menghasilkan
sebuah model abstrak. Beberapa
model abstrak bisa menjadi ornamen
yang menarik (sayang sekali saya tidak
dapat menampilkan contoh
gambarnya disini).
9. Cobalah
menggabungkan beberapa model yang sama
Beberapa model
yang sama bila digabungkan dapat menghasilkan sebuah
model baru yang berbeda. Sebagai
contoh, sebuah model berbentuk hati
telah dihasilkan. Cobalah membuat 4
hati dengan ukuran yang sama, lalu
gabungkan menjadi satu. Keempat hati
tersebut ternyata bisa membentuk sebuah bunga (sekali lagi, sayang sekali
saya tidak dapat menampilkan
contoh gambarnya disini).
10. Jangan
cepat kecewa & menyerah, tetapi kreatiflah!
Setelah berhasil
merancang sebuah model (sebagai contoh model ikan),
dengan sangat bangga kita memamerkannya
kepada teman. Namun
ternyata teman tersebut tidak mengenali
model tersebut sebagai ikan.
Jangan langsung kecewa! Mungkin teman
kita kurang imajinatif. Atau mungkin juga karya kita memang sulit untuk
dikenali. Yang jelas, kita tidak boleh cepat menyerah. Ambilah pulpen,
cobalah gambarkan mata, sirip dan sisik. Dengan begitu, kini model tersebut
akan lebih terlihat
seperti
ikan.
11. Ciptakan
nuansa model baru
Tanpa disengaja, ternyata model
yang kita rancang menyerupai suatu
model tradisional tertentu.
Tentu saja pada saat melipat &
merancang,
kita tidak bermaksud demikian.
Kita sama sekali tidak bermaksud untuk mencontek model-model yang sudah
tercipta sebelumnya. Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa model-model
origami ada begitu banyak sehingga mungkin saja kita menghasilkan karya yang
sebetulnya telah ada. Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk menciptakan
model
dengan nuansa baru. Model-model
tradisional banyak bernuansa
binatang (terutama burung) dan
bunga-bungaan. Nah, cobalah membuat
model dengan nuansa yang berbeda,
misalnya nuansa makanan, nuansa
pakaian-pakaian modern, nuansa
kendaraan modern (misalnya kereta
cepat), atau obyek-obyek lain yang
jarang sekali kita jumpai dalam
model tradisional. Obyek-obyek nuansa
modern (seperti obyek barang
barang elektronik) pastinya belum ada
dalam model tradisional.
12. Manfaatkan
jati diri sendiri
Masih berkaitan dengan No. 11.
Kita telah berhasil menciptakan suatu
model dengan nuansa modern.
Namun ternyata, model yang kita buat
mirip
dengan model modern yang dirancang oleh perancang dari negara
lain. Sebagaimana kita ketahui,
origami telah menyebar luas
ke
berbagai negera. Banyak
perancang-perancang negara lain yang tidak kalah kreatif
dengan perancang-perancang dari
negara Jepang. Lalu apa yang dapat
kita lakukan? Manfaatkanlah jati diri
sendiri! (dalam konteks ini, jati diri
orang Indonesia). Indonesia
dikenal sebagai negara kepulauan dimana didalamnya terdapat berbagai macam
suku dengan budaya masing-masing. Pakailah ciri Indonesia tersebut pada
karya-karya origami yang akan diciptakan. Sebagai contoh, buatlah model
boneka ondel-ondel, model tugu monas, model nuansa merah-putih (simbol HUT
kemerdekaan RI), atau model lain
yang erat kaitannya dengan Indonesia.
Sebagai orang Indonesia,
pastinya kita memiliki pengetahuan lebih
mengenai negara kita daripada
perancang origami dari negara lain. Kita
dapat memanfaatkan pengetahuan
tersebut pada perancangan karya.
Saya yakin karya bernuansa Indonesia
tidak akan kalah menarik dari
karya bernuansa Jepang. Boneka
berkebaya yang dibuat dengan
menggunakan kertas kado corak batik
bisa tampil secantik boneka
Ohinasama. Dan itu baru salah satu
contoh saja. Cobalah memikirkan obyek-obyek lainnya dengan nuansa Indonesia.
13. Pikirkan
keunikan suatu obyek
Setelah berhasil menciptakan
beberapa model, bisa jadi kita akan
menantang diri sendiri/ ada
teman yang menantang kita untuk
menciptakan suatu model tertentu. Mengacu pada langkah No.2
(pakailah pengalaman internal),
pastinya mudah bila obyek yang akan
dirancang adalah obyek yang kita gemari. Tapi bagaimana bila obyek
tersebut bukanlah obyek yang
kita gemari? Cobalah untuk memikirkan
keunikan/
kelebihan obyek tersebut. Sebagai contoh, jerapah memiliki
leher yang panjang, gajah
memiliki telinga yang besar, burung
memliki berbagai posisi (posisi pada saat terbang atau posisi pada saat
bertengger). Pakailah hal-hal tersebut sebagai acuan
14.
Bervariasilah
Beberapa model telah berhasil
diciptakan. Mengapa tidak melakuakn
variasi sehingga tercipta model
baru yang sedikit berbeda dari model
sebelumnya. Variasi adalah hal yang cukup mudah untuk dilakukan.
Hanya dengan menggeser sedikit
lipatan, model baru telah tercipta
(sayang sekali gambar contohnya tidak dapat ditampilkan disini). Jadi,
lakukanlah variasi!
15. Ciptakan
gaya sendiri
Disadari atau tidak, sepertinya
setiap perancang mempunyai gayanya
masing-masing. Ada perancang
yang senang sekali memanfaatkan sisi
putih
kertas dalam karya-karyanya. Ada pernacang yang senang sekali
melakukan variasi dengan lipatan
zig-zag. Ada juga yang secara
dominan memakai teknik lipatan tertentu. Banyak sekali gaya-gaya yang ada.
Amati dan pelajarilah gaya-gaya tersebut, namun pada akhirnya, ciptakan &
pakailah gayamu sendiri!
Selembar kertas
dapat dilipat menjadi aneka ragam obyek. Obyek
apakah yang tidak dapat dibuat dengan cara
melipat kertas?
Hanya imajinasi
sajalah yang dapat membatasi obyek yang dihasilkan.
Bebaskan imajinasimu & mulailah melipat!
Selamat merancang!
Selamat berkarya!
**** |
|