kelas

 

 

s a n g g a r - o r i g a m i

 

Tips dan Trik Merancang Model Origami Sendiri

 

oleh

Revi Devi Pat

 Penulis seri buku "Origami buatanku sendiri" dan "Bergembira dan berkreasi dengan origami", dan member milis origami_indonesia

 
     

 

Selembar kertas berbentuk bujur sangkar dapat dilipat menjadi aneka ragam obyek yang menarik. Kadang-kadang kegiatan ini dapat dengan sangat mudah dilakukan, namun seringkali bisa sangat sulit juga. Banyak sekali model-model origami yang ada, baik model-model tradisional maupun model-model baru yang merupakan model modern. Setelah mencoba berbagai macam model yang ada, tidak jarang timbul keinginan untuk menciptakan suatu model sendiri. Pastinya ada rasa bangga dan puas bila kita dapat merancang model sendiri dan menghasilkan sebuah karya orisinal. Banyak yang beranggapan bahwa menciptakan suatu model adalah hal yang sulit, namun ternyata hal tersebut bisa dengan mudah dilakukan asalkan ada keinginan untuk mencoba. Tentunya ada beberapa trik-trik yang akan menolong dalam perancangan model tersebut. Trik-trik dibawah ini hanyalah beberapa trik saja yang saya dapat dari pengalaman pribadi saya. Bila ada teman-teman yang juga mempunyai tips & trik lainnya, saya akan senang bila hal tersebut dapat dibagikan & ditambahkan dalam tips dan trik yang ada.

Berikut tips & trik dari saya:

1. Mulailah dengan selembar kertas lipat bekas
Ambilah sebuah kertas lipat bekas. Yang dimaksud kertas lipat bekas
disini adalah kertas lipat yang sudah terdapat beberapa bekas lipatan. Mungkin kertas tersebut pernah kita pakai untuk membuat suatu model tertentu, namun ternyata kita melakukan kesalahan lipatan, dengan begitu kertas tersebut menjadi lecek & rasanya ingin kita buang saja. Nah, jangan buang kertas tersebut, tetapi bukalah kembali dan mulailah melipat. Bekas-bekas lipatan yang ada akan sangat membantu sekali. Kadang kala sebuah kesalahan dapat menciptakan suatu penemuan baru. Kertas lipat bekas dapat dipakai untuk menghasilkan suatu karya baru orisinal.

2. Pakailah pengalaman internal
Pengalaman internal sangat berpengaruh sekali bagi perancang model.
Perancang yang menyukai pesawat terbang, tentunya akan lebih mudah baginya menciptakan model pesawat terbang. Perancang yang menyukai boneka, tentunya akan lebih mudah baginya menciptakan model boneka daripada model pesawat. Demikian juga dengan saya, bagi saya lebih mudah merancang model boneka daripada model pesawat. Karena menyukai boneka, saya lebih tertarik dengan obyek boneka daripada obyek pesawat. Karena adanya rasa tertarik tersebut, saya mempunyai pengetahuan yang lebih baik seputar boneka daripada pengetahuan seputar pesawat. Pengetahuan tersebut tentunya akan menjadi referensi yang berguna dalam perancangan model.

3. Hindari pemakaian gunting
Untuk perancang pemula, hindari pemakaian gunting. Kenapa? Karena
bisa jadi karena terlalu asyik menggunakan gunting, kita akan menghasilkan karya "kirigami" (kreasi menggunting kertas) dan bukan karya origami murni. Untuk perancang pemula, sebaiknya cobalah menghasilkan karya origami murni (hanya melipat kertas, tanpa menggunakan gunting ataupun lem). Bila telah cukup lancar merancang, barulah menggunakan gunting untuk menghasilkan karya-karya yang lebih kompleks.

4. Berpikirlah sederhana
Cobalah berpikir sederhana. Sebagai pemula, tidak perlu memikirkan
model-model yang terlalu rumit & kompleks. Model-model sederhana juga bisa terlihat menarik dan cantik, hanya tinggal bagaimana kita mengkreasikannya saja. Bila ingin menciptakan model sederhana, pakailah kertas lipat dengan ukuran kecil. Kertas lipat ukuran kecil akan membatasi kita melakukan lipatan-lipatan detail (yang seringkali ada pada desain rumit). Sebuah disain sederhana akan lebih cepat dihasilkan daripada sebuah desain rumit. Bagi perancang pemula, tentunya hal ini adalah hal yang menyenangkan & menambah semangat karena dalam waktu cepat telah dapat menghasilkan sebuah karya baru.

5. Jangan lupa untuk memutar & membalik kertas
Bila telah berhasil merancang suatu model tertentu, cobalah memutar
model tersebut. Cobalah putar 90derajat, 180derajat, dst. Kadangkala suatu model bisa berubah menjadi model lain bila kertas tersebut diputar. Sebagai contoh, kepala binatang bisa berubah menjadi bunga bila kita memutarnya 180%. Cobalah juga untuk membalik kertas, siapa tahu model tersebut juga bisa berubah menjadi model lainnya. "Sekali mendayung, dua – tiga pulau terlampaui". Hanya dengan sekali merancang, kita dapat menghasilkan dua – tiga model sekaligus.

6. Manfaatkan warna putih pada kertas lipat
Bila kita menggunakan kertas lipat standar (satu sisinya putih & sisi
lainnya berwarna), maka kita dapat memanfaatkan sisi warna putih tersebut. Sebagai contoh, dalam membuat kepala boneka, saya akan memakai sisi putih untuk kepala & sisi berwarna untuk rambut. Dalam menciptakan obyek ornamen, sisi putih tersebut juga sangat berguna sekali (sayang sekali disini saya tidak dapat menampilkan contoh gambarnya).

7. Berimajinasilah dengan warna
Warna ternyata berperan cukup penting juga. Setelah berulang kali
mencoba melipat, akhirnya kita menghasilkan sebuah model baru. Sayangnya model tersebut sama sekali tidak mirip apa-apa. Jangan berhenti dahulu! Cobalah memikirkan model ciptaan kita tersebut dalam warna lain. Mungkin model tersebut dapat terlihat seperti daun bila kita melipatnya dengan menggunakan warna hijau. Dan cobalah terus untuk membayangkan model tersebut bila dibuat dengan warna-warna lainnya.

8. Berbanggalah dengan sebuah karya abstrak
Masih berhubungan dengan No. 7. Ternyata, walaupun telah dicoba
dengan warna lain, model yang dibuat masih tidak menyerupai obyek apapun juga. Jangan bersedih! Itu tandanya kita telah menghasilkan sebuah model abstrak. Beberapa model abstrak bisa menjadi ornamen yang menarik (sayang sekali saya tidak dapat menampilkan contoh gambarnya disini).

9. Cobalah menggabungkan beberapa model yang sama
Beberapa model yang sama bila digabungkan dapat menghasilkan sebua
h model baru yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah model berbentuk hati telah dihasilkan. Cobalah membuat 4 hati dengan ukuran yang sama, lalu gabungkan menjadi satu. Keempat hati tersebut ternyata bisa membentuk sebuah bunga (sekali lagi, sayang sekali saya tidak dapat menampilkan contoh gambarnya disini).

10. Jangan cepat kecewa & menyerah, tetapi kreatiflah!
Setelah berhasil merancang sebuah model (sebagai contoh model ikan),
dengan sangat bangga kita memamerkannya kepada teman. Namun ternyata teman tersebut tidak mengenali model tersebut sebagai ikan. Jangan langsung kecewa! Mungkin teman kita kurang imajinatif. Atau mungkin juga karya kita memang sulit untuk dikenali. Yang jelas, kita tidak boleh cepat menyerah. Ambilah pulpen, cobalah gambarkan mata, sirip dan sisik. Dengan begitu, kini model tersebut akan lebih terlihat seperti ikan. 

11. Ciptakan nuansa model baru
Tanpa disengaja, ternyata model yang kita rancang menyerupai suatu
model tradisional tertentu. Tentu saja pada saat melipat & merancang, kita tidak bermaksud demikian. Kita sama sekali tidak bermaksud untuk mencontek model-model yang sudah tercipta sebelumnya. Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa model-model origami ada begitu banyak sehingga mungkin saja kita menghasilkan karya yang sebetulnya telah ada. Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk menciptakan model dengan nuansa baru. Model-model tradisional banyak bernuansa binatang (terutama burung) dan bunga-bungaan. Nah, cobalah membuat model dengan nuansa yang berbeda, misalnya nuansa makanan, nuansa pakaian-pakaian modern, nuansa kendaraan modern (misalnya kereta cepat), atau obyek-obyek lain yang jarang sekali kita jumpai dalam model tradisional. Obyek-obyek nuansa modern (seperti obyek barang barang elektronik) pastinya belum ada dalam model tradisional.

12. Manfaatkan jati diri sendiri
Masih berkaitan dengan No. 11. Kita telah berhasil menciptakan suatu
model dengan nuansa modern. Namun ternyata, model yang kita buat mirip dengan model modern yang dirancang oleh perancang dari negara lain. Sebagaimana kita ketahui, origami telah menyebar luas ke berbagai negera. Banyak perancang-perancang negara lain yang tidak kalah kreatif dengan perancang-perancang dari negara Jepang. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Manfaatkanlah jati diri sendiri! (dalam konteks ini, jati diri orang Indonesia). Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dimana didalamnya terdapat berbagai macam suku dengan budaya masing-masing. Pakailah ciri Indonesia tersebut pada karya-karya origami yang akan diciptakan. Sebagai contoh, buatlah model boneka ondel-ondel, model tugu monas, model nuansa merah-putih (simbol HUT kemerdekaan RI), atau model lain yang erat kaitannya dengan Indonesia. Sebagai orang Indonesia, pastinya kita memiliki pengetahuan lebih mengenai negara kita daripada perancang origami dari negara lain. Kita dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut pada perancangan karya. Saya yakin karya bernuansa Indonesia tidak akan kalah menarik dari karya bernuansa Jepang. Boneka berkebaya yang dibuat dengan menggunakan kertas kado corak batik bisa tampil secantik boneka Ohinasama. Dan itu baru salah satu contoh saja. Cobalah memikirkan obyek-obyek lainnya dengan nuansa Indonesia.

13. Pikirkan keunikan suatu obyek
Setelah berhasil menciptakan beberapa model, bisa jadi kita akan
menantang diri sendiri/ ada teman yang menantang kita untuk menciptakan suatu model tertentu. Mengacu pada langkah No.2 (pakailah pengalaman internal), pastinya mudah bila obyek yang akan dirancang adalah obyek yang kita gemari. Tapi bagaimana bila obyek tersebut bukanlah obyek yang kita gemari? Cobalah untuk memikirkan keunikan/ kelebihan obyek tersebut. Sebagai contoh, jerapah memiliki leher yang panjang, gajah memiliki telinga yang besar, burung memliki berbagai posisi (posisi pada saat terbang atau posisi pada saat bertengger). Pakailah hal-hal tersebut sebagai acuan

14. Bervariasilah
Beberapa model telah berhasil diciptakan. Mengapa tidak melakuakn
variasi sehingga tercipta model baru yang sedikit berbeda dari model sebelumnya. Variasi adalah hal yang cukup mudah untuk dilakukan. Hanya dengan menggeser sedikit lipatan, model baru telah tercipta (sayang sekali gambar contohnya tidak dapat ditampilkan disini). Jadi, lakukanlah variasi!

15. Ciptakan gaya sendiri
Disadari atau tidak, sepertinya setiap perancang mempunyai gayanya
masing-masing. Ada perancang yang senang sekali memanfaatkan sisi putih kertas dalam karya-karyanya. Ada pernacang yang senang sekali melakukan variasi dengan lipatan zig-zag. Ada juga yang secara dominan memakai teknik lipatan tertentu. Banyak sekali gaya-gaya yang ada. Amati dan pelajarilah gaya-gaya tersebut, namun pada akhirnya, ciptakan & pakailah gayamu sendiri!

Selembar kertas dapat dilipat menjadi aneka ragam obyek. Obyek
apakah yang tidak dapat dibuat dengan cara melipat kertas?

Hanya imajinasi sajalah yang dapat membatasi obyek yang dihasilkan.
Bebaskan imajinasimu & mulailah melipat!

Selamat merancang! Selamat berkarya!

****

 
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
             
         

| artikel lainnya |

 
         

| pelatihan |

 
     

info terbaru | agenda | kelas |

     
     

| galeristudio | kafe | link |

 

tentang kami | home | 

 
 

Copyright ©2004, sanggar-origami.com.

All rights reserved.