|
|
|
|
||||||
|
kelas
|
||||||||
|
cerita origami
Catatan Perjalanan ke Museum Origami di Jepang - bag. 1 (published 25/06/2005, ©2004 sanggar-origami.com)
oleh Bambang S Budi admin dan pendiri sanggar-origami.com |
|
||||||
|
Kalau di negeri origami ini saja museumnya hanya ada satu, maka boleh jadi ini merupakan satu-satunya museum origami di dunia. Museum yang mengoleksi lebih dari 100.000 model origami ini terdapat di Kota Kaga dalam wilayah propinsi (prefecture) Ishikawa. Museum origami ini tepatnya terletak di lantai dua dari bangunan Okashi-jo, Kagahan. Mungkin karena satu-satunya di Jepang itu, museum ini juga dikenal sebagai Museum Origami Jepang (Nippon Origami Museum atau Origami Hakubutsukan). Museum ini telah dibuka dan diresmikan tepatnya pada hari Minggu tanggal 1 Juli 2001. Sejak saat itu, telah beribu-ribu pengunjung mendatangi tempat koleksi berbagai model karya origami ini. Ratusan ribu model origami itu, ternyata memang dikirim oleh para paperfolder (pelipat kertas) tidak hanya dari Jepang saja tetapi dari seluruh dunia, dan hingga saat ini tercatat paling sedikit berasal lebih dari 20 negara. Karya-karya itu di display dalam berbagai tema, cara dan media. Banyak model karya dan teknik yang bahkan menampilkan kualitas berbeda yang telah jauh meninggalkan tradisi melipat kertas yang ada di Jepang. Semua dari kertas Jika kita masuk ke dalam bangunan Okashi-jo, di lantai pertama awalnya kita akan disambut dengan beberapa display origami dalam bungkusan etalase kaca yang sangat bersih, cantik dan menarik. Namun kemudian, di sepanjang lantai satu itu bukannya kita langsung menemui karya-karya origami, karena museumnya sendiri terdapat di lantai dua. Lebih dari separuh lantai pertama ini ternyata digunakan untuk tempat penjualan ”omiyage” atau oleh-oleh khas dari daerah kota Kaga dan sekitarnya. Selain makanan, oleh-oleh itu juga berupa cinderamata, baik yang berkaitan dengan origami atau tidak.
Mulai menaiki tangga, barulah kita dipertemukan dengan segala hal terkait origami dari poster-poster, papan-papan petunjuk, pengumuman, dan berbagai karya origami. Bahkan sebuah selasar/koridor yang dipenuhi berbagai elemen taman Jepang seperti tanaman, batu, air, tanah, dll – yang semua terbuat dari kertas – memaksa kita untuk berjalan sangat pelan atau bahkan berhenti menikmati suasana taman dari kertas itu. Konon setting dan display taman kertas ini biasanya disesuaikan dengan musim yang ada di Jepang, baik dari elemen tanaman, bunga, dll. Semua ini dapat dilihat dan dinikmati meskipun kita sebenarnya belum secara resmi masuk museum karena belum membeli tiketnya.
Setelah melewati taman kertas itu, barulah kita dihadapkan pada counter pembelian tiket dan sekaligus pintu masuknya. Tiketnya sendiri relatif sangat murah untuk ukuran di Jepang, hanya 500 yen untuk orang dewasa (sekitar 40 ribu rupiah).
Pertama yang membuat tertegun dan berdecak kagum ketika memasuki museum ini adalah rangkaian model ”tsuru” (bhs. Jepang) atau ”crane” (bhs. Inggris) atau burung bangau (bhs. Indonesia) yang disambung-sambungkan secara vertikal maupun horisontal tanpa putus. Ratusan bahkan ribuan bangau kertas itu sambung menyambung bagaikan sebuah tirai indah atau disambung membentuk pola-pola tertentu. Luar biasanya adalah karena rangkaian itu dibuat terus menerus saling bersambung, baik pada sayap, ekor, atau paruh.
Pada display horisontal, bahkan rangkaian itu dibuat membentuk lukisan-lukisan tertentu disebabkan komposisi warna dari kertasnya. Di antaranya membentuk gambar Gunung Fuji, sebuah gunung yang paling terkenal dan tertinggi di Jepang.
Model origami burung bangau ini memang memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat di Jepang. Model tersebut sangat terkenal selain karena mitos (yang terkenal kisah Sadako-chan), juga karena sudah mentradisi di Jepang sejak beratus-ratus tahun silam. Model ini pulalah yang paling banyak dibuat bermacam-macam variasinya dari sejak dulu. (bersambung)
(Di bawah ini kumpulan foto, khusus untuk judul "detail" silahkan klik untuk memperbesar) |
||||||||
|
|
|
|||||||
|
Bangunan okashi-jo, museum origaminya terdapat di lantai dua
|
Lantai satu dipakai untuk tempat penjualan oleh-oleh atau omiyage
|
|||||||
|
|
|
|||||||
|
Cafe, tempat istirahat sejenak di samping omiyage
|
Taman Jepang dari kertas
|
|||||||
|
|
|
|||||||
|
Galeri origami
|
Tirai tsuru bersambung
|
|||||||
|
|
||||||||
|
Detail
|
1000-an ekor tsuru bersambung horisontal, komposisi warna membentuk Gunung Fuji
|
|||||||
|
Detail, bersambung pada ekor, sayap dan paruh. Komposisi warna membentuk lukisan tertentu
|
|
Detail, bersambung pada ekor, sayap dan paruh.
|
||||||
|
|
||||||||
|
Pola bentukan dari sambungan tsuru yang lain
|
Detail, bersambung pada ekor, sayap dan paruh
|
|||||||
|
| artikel lainnya | |
||||||||
|
| pelatihan | |
||||||||
|
| info terbaru | agenda | kelas | |
||||||||
|
| tentang kami | home | |
||||||||
|
Copyright ©2004, sanggar-origami.com. All rights reserved. |
||||||||